Mengenal 8 Ciri-Ciri Keluarga Harmonis

Mengenal 8 Ciri-Ciri Keluarga Harmonis
Mengenal 8 Ciri-Ciri Keluarga Harmonis

Keluarga harmonis dan bahagia menjadi impian setiap pasangan, baik yang baru berencana untuk menikah, baru menikah ataupun yang sedang berupaya untuk mewujudkan keluarga yang harmonis. Kehidupan rumah tangga atau keluarga sepertinya menjadi hal yang tidak habis untuk dibahas. Konflik, salah paham, dan perbedaan pendapat merupakan hal-hal yang harus diselesaikan bersama untuk mewujudkan sebuah rumah tangga yang harmonis dan bahagia.

Pada awal pernikahan rasa cinta dan kasih sayang yang kuat akan menjadi  bingkai pemersatu, namun seiring dengan perjalanan waktu bila kekuatan cinta ini tidak dirawat dengan ketulusan, kepekaan dan keihlasan maka berbagai masalah kecil dapat menyebabkan mulai retaknya keharmonisan keluarga.

Penyebab dan Kebiasaan yang Menyebabkan Keluarga Kurang Harmonis

Agar keluarga tetap harmonis maka ada baiknya bila kita mengetahui apa saja yang menjadi penyebab dan kebiasaan yang dapat menjadi penyebab sebuah keluarga menjadi kurang harmonis agar bisa menghindarinya, diantaranya adalah :

–                      Kurang komunikasi

Terlalu sibuk dengan aktivitas diluar rumah setiap hari, ditambah dengan kebiasaan nonton TV, bermain game dan aktif di media sosial melalui smartphone yang tidak terkontrol, pada akhirnya akan memicu keretakan rumah tangga, dimana satu sama lain akan kehilangan waktu bertukar pikiran dan saling mendengarkan curahan hati pasangan kita. Bila kebiasaan ini terjadi dalam waktu lama maka akan memicu keretakan rumah tangga, karena pada akhirnya akan melahirkam rasa kurang perduli dan salah pengertian (miscommunication).

–                      Kebiasaan mengkritisi atau merendahkan pasangan

Kebiasaan mengkritisi dan merendahkan pasangan seringkali dilakukan secara sadar maupun tidak sadar.  Mengkritik boleh-boleh saja akan tetapi bila sudah disertai dengan hinaan atau merendahkan maka hal tersebut akan menurunkan harga diri pasangan Ana dan dapat menjadi virus yang sangat merusak, bahkan mampu membunuh kehangatan dan keharmonisan keluarga.

–                      Sering membandingkan dengan orang lain

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, hal ini seringkali tidak disadari oleh pasangan suami istri, sehingga seringkali membandingkan kelebihan orang lain dengan pasangan, meskipun mungkin dilakukan dalam bahasa candaan, namun kebiasaan ini jangan dianggap remeh atau bahkan seringkali dilakukan karena dapat sangat melukai pasangan  dan pada akhirnya dapat menjadi penyebab hancurnya hubungan yang sudah harmonis.

–                      Tidak mesra dan intim lagi

Kemesraan dan keintiman pasangan bukan hanya sekedar tentang aktiivtas seksual akan tetapi berkaitan dengan hal-hal romantis yang biasanya dianggap sepele oleh pasangan. Memberikan hadiah atau bunga pada saat ulang tahun, kecupan mesra di kening, dan rayuan manis yang disertai dengan candaan merupakan kebiasaan yang sederhana yang sangat penting untuk membuat pasangan merasa dihargai dan dicintai. Bila kebiasaan ini hilang maka akan memicu keretakan rumah tangga.

–                      Tidak harmonis dengan keluarga pasangan

Setiap pasangan suami istri memiliki keluarga besar yang harus dihormati oleh setiap pasangan dengan cara menjalin hubungan yang baik. kemampuan berinteraksi dengan baik dengan keluarga pasangan khususnya mertua akan membuat keluarga semakin harmonis dan mendapat dukungan dari keluarga besar. Namun bila hubungan silaturahmi dengan keluarga tidak harmonis maka bisa menjadi salah satu pemicu salah paham dan perselisihan dengan pasangan.

–                      Berperilaku atau  berkata-kata kasar

Kebiasaan berkata-kata kasar dan berperilaku kasar seperti membentak, melempar barang atau memukul sebaiknya segera dihentikan karena hal tersebut pertanda bahwa Anda tidak menghargai dan menghormati suami/istri, pasangan jadi tidak betah berada dirumah, dan sangat mudah memicu perselisihan.

–                      Kebiasaan berbohong

Dalam sebuah ikatan pernikahan kepercayaan menjadi hal yang sangat penting dan dapat membuat suatu hubungan menjadi lebih langgeng. Memiliki kebiasaan berbohong bukan hanya akan membuat pasangan Anda kehilangan kepercayaan, tapi bisa jadi Anda akan kehilangan kepercayaan dari semua orang. mengatakan kebenaran meskipun pahit akan lebih baik dan bisa menjadi bahan introspeksi diri dibandingkan berbicara manis tapi bohong.

–                      Sering mengambil keputusan sendiri

Dalam sebuah rumah tangga terdapat dua kepala dan dua pikiran yang berbeda yang disatukan dalam ikatan pernikahan, dan hal ini sebaiknya Anda pahami dengan baik, sehingga segala tindakan harus dipikirkan untuk kebaikan bersama. Kebiasaan mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya dulu pada pasangan lama-kelamaan akan menjadi ganjelan yang pada akhirnya dapat mengurangi keharmonisan keluarga.

–                      Tidak setia

Kesetiaan adalah salah satu kunci sukses memiliki keluarga yang harmonis, bahkan bisa dibilang sebagai modal yang sangat penting dalam mengarungi rumah tangga. Bila salah satu pasangan tidak setia maka hal tersebut akan menjadi salau satu pertanda bahwa rumah tangga Anda sudah diambang kehancuran.

–                      Masalah ekonomi

Saat ini tidak bisa diingkari bahwa untuk mendapatkan segala sesuatu dibutuhkan uang, bila seorang suami tidak memiliki penghasilan yang tetap atau kurang produktif maka hal ini bisa menggoyahkan suatu hubungan.

Setelah mengetahui penyebab dan kebiasaan yang dapat merusak keharmonisan keluarga diatas, maka sebaiknya hindarilah dan hentikan kebiasaan negatif tersebut mulai saat ini juga, karena tidak ada kata terlambat untuk kembali memperbaiki hubungan keluarga yang sudah retak, asalkan Anda dan pasangan memililik niat yang benar-benar tulus dan berusaha menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

8 Ciri-Ciri Keluarga Harmonis

Bila saat ini Anda telah berkeluarga dan seringkali merasa bahagia namun tidak jarang juga sering cekcok dengan pasangan, maka untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam keluarga harmonis, Berikut ini kami bagikan 7 ciri-ciri keluarga yang harmonis yang mungkin bisa menjadi tolak ukur Anda saat ini, yaitu :

  1. Betah di rumah

Salah satu ciri yang paling mudah adalah betah dirumah atau merasa nyaman bersama keluarga dan pasangan. Bila Anda atau pasangan tidak betah di rumah atau lebih sering menghabiskan waktunya diluar rumah, maka hal tersebut perlu segera Anda carikan solusinya.

  1. Realistis

Sebelum menikah setiap pasangan memiliki banyak impian yang ingin diwujudkan, namun terkadang kenyataan hidup tidak sesuai dengan impian, namun sebagai pasangan yang kuat dan dewasa hal ini harus disikapi dengan realistis tanpa harus menghilangkan impian dan harapan untuk suatu hari nanti bisa mewujudkan impian bersama dengan terus berusaha.

  1. Saling menghargai

Perilaku yang penuh penghargaan kepada suami pada akhirnya akan memberikan dampak yang sama pada Anda, dimana suami juga akan memperlakukan Anda dengan cara yang sama. Panggilan sayang, tutur kata yang baik, kebiasaan sederhana seperti saling bercanda, bergandengan tangan dan mencium kening sebelum tidur akan menjaga rasa cinta tetap terjaga didalam hati.

  1. Komunikasi yang efektif

Padatnya aktivitas sehari-hari terkadang membuat kita tidak memiliki waktu bersama keluarga, maka yang terpenting adalah dapat menjalin komunikasi yang efektif. Jadi yang terpenting bukanlah seberapa sering Anda berinteraksi dengan pasangan atau keluarga, namun seberapa besar kualitas dari interaksi dan komunikasi yang dilakukan.

  1. Komitmen yang kuat

Membangun sebuah keluarga yang harmonis membutuhkan komitmen yang kuat untuk bisa mempertahankan dan memelihara kelanggengan pernikahan. Gangguan dalam kehidupan rumah tangga seperti perselisihan, campur tangan orang tua/mertua, orang ketiga tidak akan mudah menciptakan keretakan dalam rumah tangga. Perlu Anda pahami juga bahwa komitmen mempertahankan pernikahan harus ada pada pada suami dan istri, tidak bisa bila hanya salah satunya saja.

  1. Saling menasehati dan bekerjasama

Tidak ada manusia yang sempurna dan masing-masing pasti pernah melakukan kesalahan yang mungkin akan merugikan diri sendiri maupun keluarga. Ciri keluarga yang harmonis adalah mampu memberikan nasehat, memberikan solusi, dan bekerja sama untuk menghadapi berbagai cobaan dan resiko dari tindakan yang telah diambil karena umpan balik (feedback) antara pasangan akan membuat rumah tangga semakin kokoh.

  1. Pengelolaan ekonomi yang baik

Faktor ekonomi atau finansial menjadi hal yang dapat menopang kehidupan keluarga, dan tidak boleh Anda anggap remeh, karena tanpa dukungan perekonomi yang baik maka sulit membangun rumah tangga yang kokoh, maka sangat bijak bila ada upaya bersama untuk mengelola keuangan dengan baik dan menjadi keluarga yang kreatif dan produktif.

  1. Menjadi Sahabat terbaik

Jadilah sahabat terbaik bagi pasangan Anda, ketulusan dan kesediaan mendengarkan keluh kesahnya saat menghadapi berbagai masalah dan persoalan hidup akan mengurangi sedikit beban dalam hidupnya. Penerimaan Anda akan kelebihan dan kekurangan pasangan, akan meneduhkan hati pasangan dan membuat mereka semakin termotivasi menjadi orang yang lebih baik bagi keluarga.

Selain kedelapan ciri keluarga harmonis diatas, pondasi agama dan memelihara kedekatan kita dengan Sang Pencipta juga menjadi salah satu resep terbaik dalam menjaga kebahagiaan dan keharmonisan keluarga.

Leave a Reply